Review lengkap buku Goresan Seorang Berandal karya Mohan Hazian. Simak sinopsis, kelebihan, kekurangan, pesan moral, dan alasan mengapa buku ini layak dibaca.
Pernah nggak sih kamu membaca sebuah buku yang rasanya seperti sedang mengintip isi kepala seseorang?
Itulah pengalaman yang ditawarkan oleh Goresan Seorang Berandal karya Mohan Hazian. Mungkin kamu mengenalnya sebagai pendiri brand streetwear Thanksinsomnia atau penulis buku-buku tentang bisnis. Tapi kali ini, Mohan menunjukkan sisi dirinya yang sangat berbeda.
Alih-alih membahas strategi membangun usaha atau rahasia meraih kesuksesan, ia justru mengajak pembaca menyelami kumpulan pemikiran, keresahan, pengalaman hidup, dan refleksi yang lahir dari perjalanan pribadinya.
Buku yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2021 ini menjadi titik balik dalam perjalanan kepenulisan Mohan. Dari yang sebelumnya fokus memberikan panduan dan motivasi, kini ia memilih menulis dengan jujur, tanpa banyak topeng, seolah sedang berbincang langsung dengan pembacanya.
Setiap halaman terasa seperti potongan-potongan cerita yang sederhana, tetapi mampu membuat kita berhenti sejenak untuk berpikir. Gaya bahasanya santai, ringan, dan tidak menggurui. Justru di situlah letak kekuatannya. Buku ini tidak memaksa pembaca untuk menjadi pribadi yang lebih sukses. Ia hanya mengajak kita melihat kehidupan dari sudut pandang seseorang yang pernah jatuh, bangkit, ragu, dan terus berjalan.
Jika kamu sedang mencari bacaan yang tidak terlalu teoretis, tetapi kaya akan renungan dan perspektif baru tentang kehidupan, Goresan Seorang Berandal mungkin menjadi buku yang layak menemani waktu luangmu.
Sinopsis Buku Goresan Seorang Berandal
Bagaimana jika seorang pengusaha sukses justru menulis buku yang sama sekali tidak mengajarkan cara menjadi sukses?
Itulah yang dilakukan Mohan Hazian lewat Goresan Seorang Berandal.
Jika kamu berharap menemukan tips membangun bisnis, strategi marketing, atau cara menciptakan brand besar, mungkin buku ini akan membuatmu terkejut. Sejak awal, Mohan sudah mengingatkan bahwa buku ini bukanlah buku motivasi, apalagi panduan berbisnis.
Sebaliknya, ia mengajak pembaca masuk ke ruang yang jauh lebih pribadi. Di dalamnya terdapat potongan-potongan cerita tentang kehidupan, kreativitas, kegagalan, persahabatan, mimpi, hingga berbagai pemikiran yang muncul begitu saja di kepalanya.
Membaca buku ini terasa seperti menemukan jurnal pribadi yang tidak sengaja ditinggalkan pemiliknya. Setiap halaman dipenuhi sudut pandang yang sederhana, jujur, kadang nyeleneh, tetapi justru terasa sangat manusiawi.
Pengalaman membacanya pun semakin hidup berkat ilustrasi karya Gindring Wasted, foto-foto hasil jepretan Mohan sendiri, serta beberapa tulisan tangan asli yang membuat setiap lembar terasa lebih dekat dan personal.
Lewat buku ini, Mohan seolah ingin mematahkan anggapan bahwa seorang pengusaha harus selalu tampil sempurna, penuh strategi, dan memiliki jawaban atas segala hal. Ia memilih menunjukkan sisi lain dirinya—seseorang yang juga banyak berpikir, merasakan, dan mempertanyakan kehidupan.
Pada akhirnya, Goresan Seorang Berandal bukanlah buku yang akan memberitahumu bagaimana cara membangun bisnis. Buku ini justru mengajakmu memahami isi kepala seseorang yang memilih menuliskan setiap kegelisahan, ide, dan kebahagiaannya tanpa berusaha menjadi siapa pun selain dirinya sendiri.
Gaya Penulisan yang Berbeda
Ada satu hal yang langsung terasa begitu membuka Goresan Seorang Berandal. Bukan karena ceritanya yang rumit, melainkan karena cara Mohan Hazian memilih kata-kata.
Ia tidak menulis dengan kalimat panjang yang berbelit-belit. Sebaliknya, setiap paragraf disusun dari kalimat-kalimat pendek yang sederhana, tetapi mampu menghantam pikiran pembacanya. Singkat, tajam, dan sering kali meninggalkan kesan yang sulit dilupakan.
Tak heran jika banyak bagian dari buku ini akhirnya menjadi kutipan favorit para pembacanya. Hanya dalam beberapa baris, Mohan mampu merangkum pengalaman hidup, kegelisahan, atau cara pandangnya terhadap dunia dengan bahasa yang terasa dekat dan mudah dipahami.
Gaya menulis seperti inilah yang membuat buku ini berbeda. Kamu tidak perlu membaca puluhan halaman untuk mendapatkan satu pelajaran. Kadang, hanya satu kalimat saja sudah cukup membuatmu berhenti sejenak dan merenung.
Salah satu contohnya terlihat ketika Mohan berbicara tentang etos kerja dan bagaimana ia menghadapi tekanan dari lingkungan sekitarnya. Dengan kalimat yang singkat namun penuh makna, ia menggambarkan prinsip hidupnya tanpa perlu banyak penjelasan. Justru kesederhanaan itulah yang membuat pesannya terasa begitu kuat.
"Aku selalu bekerja lebih pagi. Ada orang yang menyindirku, atau menanyakan kapan aku menikah, kapan akan punya anak. Pagi hari aku memulai semuanya saat hatiku masih tersenyum dan belum ada yang melukainya."
Tahukah kamu? Goresan Seorang Berandal lahir bukan dari ambisi untuk mengajarkan orang lain menjadi sukses, melainkan dari momen ketika Mohan Hazian sedang merasa benar-benar bahagia.
Di saat itulah ia mulai menuangkan isi kepala, pengalaman hidup, dan berbagai sudut pandangnya ke dalam tulisan. Semuanya mengalir begitu saja, tanpa dibuat-buat, tanpa berusaha terdengar bijak.
Karena itu, jangan berharap menemukan langkah-langkah membangun bisnis atau rahasia menciptakan sebuah brand. Buku ini justru mengajak kita memasuki ruang yang jauh lebih personal—tempat di mana seorang penulis berbicara jujur tentang apa yang ia pikirkan dan rasakan.
Inilah kekuatan terbesar buku ini. Mohan tidak pernah berusaha terlihat sempurna. Ia tidak menempatkan dirinya sebagai sosok yang selalu memiliki jawaban. Sebaliknya, ia menulis dengan apa adanya, dan justru kejujuran itulah yang membuat setiap halaman terasa begitu dekat dengan pembacanya.
Kalimat-kalimatnya pendek, ringan, dan mudah dipahami. Namun, di balik kesederhanaannya, sering kali tersimpan makna yang membuat kita berhenti sejenak untuk merenung. Tidak heran jika banyak kutipan dari buku ini terus dibagikan dan diingat oleh para pembacanya.
Menariknya lagi, buku ini tidak harus dibaca sekaligus. Karena berisi kumpulan tulisan-tulisan pendek, kamu bisa membuka halaman mana saja, membaca beberapa menit, lalu menutupnya dengan membawa satu pemikiran baru untuk direnungkan.
Pada akhirnya, Goresan Seorang Berandal bukan sekadar buku untuk dibaca, tetapi sebuah perjalanan menyusuri isi kepala seseorang. Dengan perpaduan tulisan yang tajam, ilustrasi, foto-foto, dan tulisan tangan asli, buku ini terasa begitu personal—seolah-olah Mohan sedang duduk di hadapanmu, berbagi cerita tentang kehidupan tanpa topeng dan tanpa kepura-puraan.
"Nah ini, keren pala lo korengan ketombean! Keren atau nggaknya itu kan yang lo lihat sekarang. Lo nggak tahu kan gimana prosesnya."
Profil singkat penulis
Semua kesuksesan pasti punya cerita. Dan kisah Mohan Hazian membuktikan bahwa perjalanan besar sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil yang penuh perjuangan.
Lahir di Lampung, Mohan merantau ke Jakarta dengan mimpi yang sederhana: mencari peluang untuk kehidupan yang lebih baik. Sebelum dikenal sebagai pendiri brand streetwear Thanksinsomnia, ia pernah menjalani berbagai pekerjaan. Mulai dari karyawan restoran, menjadi sales, hingga mencoba berbagai pekerjaan serabutan demi bertahan hidup di kerasnya ibu kota.
Namun, di balik rutinitas itu, ada satu hal yang tidak pernah ia lepaskan: keinginan untuk terus berkarya.
Berbekal keberanian, kreativitas, dan konsistensi, Mohan perlahan membangun Thanksinsomnia dari nol. Apa yang awalnya hanya sebuah usaha kecil, kini tumbuh menjadi salah satu brand streetwear lokal yang dikenal luas dan digemari banyak anak muda Indonesia.
Perjalanannya tidak berhenti di dunia fashion. Mohan juga mulai menulis buku, membagikan pengalaman, pemikiran, dan sudut pandangnya tentang kehidupan. Melalui media sosial, ia bukan hanya mempromosikan produknya, tetapi juga membangun identitas dan menginspirasi banyak orang lewat karya-karyanya.
Kisah Mohan Hazian menjadi pengingat bahwa kesuksesan bukanlah hasil dari satu langkah besar. Ia lahir dari keberanian untuk memulai, ketekunan untuk terus bertahan, dan konsistensi untuk tetap berkarya, bahkan ketika tidak ada yang melihat.
Kelebihan Buku Goresan Seorang Berandal
Mengapa Goresan Seorang Berandal begitu membekas di hati banyak pembacanya?
Jawabannya bukan karena buku ini menawarkan rumus sukses atau teori kehidupan. Justru kekuatannya terletak pada hal yang lebih sederhana: kejujuran.
Sejak halaman pertama, kita tidak sedang membaca kisah seorang pengusaha sukses, tetapi mengenal sosok Mohan Hazian sebagai manusia biasa. Seseorang yang punya keresahan, pengalaman, kegagalan, dan cara pandang yang lahir dari perjalanan hidupnya sendiri.
Bahasanya pun terasa sangat dekat. Tidak dipenuhi istilah rumit atau kalimat yang menggurui. Mohan memilih gaya bertutur yang santai, kasual, bahkan sesekali menggunakan diksi khas anak muda. Namun, justru dari kesederhanaan itulah lahir banyak kalimat yang mudah diingat, mudah dikutip, dan sering kali terus terngiang lama setelah bukunya ditutup.
Pengalaman membaca juga terasa semakin hidup berkat ilustrasi karya Gindring Wasted, desain sampul dari Alipjon, foto-foto, hingga tulisan tangan asli yang tersebar di beberapa halaman. Semua elemen visual itu membuat buku ini terasa lebih intim, seolah kita sedang membuka jurnal pribadi, bukan sekadar membaca sebuah buku.
Menariknya lagi, setiap tulisan berdiri sendiri. Kamu bisa membuka halaman mana saja, membaca beberapa menit, lalu menemukan satu kalimat yang cukup untuk menemanimu berpikir sepanjang hari.
Namun, mungkin dampak terbesar buku ini justru terlihat setelah orang-orang selesai membacanya.
Banyak pembaca muda mulai berani menulis cerita mereka sendiri. Mereka menumpahkan kenangan, kegagalan, kisah cinta, hingga luka masa lalu tanpa takut dihakimi. Di berbagai komunitas literatur independen, gaya bertutur Mohan bahkan disebut menginspirasi lahirnya tulisan-tulisan yang lebih jujur dan personal.
Pada akhirnya, Goresan Seorang Berandal bukan hanya meninggalkan kumpulan kutipan yang mudah diingat. Buku ini mengingatkan bahwa setiap orang memiliki cerita yang layak dituliskan. Dan terkadang, keberanian untuk jujur pada diri sendiri adalah awal dari sebuah karya yang mampu menyentuh banyak hati.
Kekurangan Buku
Namun, ada satu hal yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan untuk membaca Goresan Seorang Berandal.
Buku ini memang menarik, tetapi belum tentu cocok untuk semua orang.
Kalau kamu menyukai novel dengan alur cerita yang runtut atau buku nonfiksi yang membahas satu topik secara mendalam, mungkin kamu akan merasa sedikit kebingungan. Sebab, buku ini tidak disusun seperti cerita biasa.
Isinya lebih menyerupai kumpulan catatan harian, potongan pemikiran, dan refleksi yang lahir dari berbagai momen dalam kehidupan Mohan Hazian. Kamu bisa membuka halaman mana saja tanpa harus mengikuti urutan tertentu. Bagi sebagian orang, format seperti ini terasa segar. Namun, bagi yang terbiasa dengan alur yang terstruktur, pengalaman membacanya mungkin terasa kurang mengalir.
Selain itu, hampir seluruh isi buku berangkat dari pengalaman dan sudut pandang pribadi penulis. Mohan tidak berusaha menyampaikan kebenaran yang harus disepakati semua orang. Ia hanya membagikan apa yang pernah ia rasakan dan pikirkan.
Karena itulah, tidak semua pembaca akan merasa terhubung dengan setiap tulisan. Ada bagian yang mungkin terasa sangat relevan dengan pengalaman hidupmu, tetapi ada juga yang mungkin tidak meninggalkan kesan yang sama.
Meski begitu, justru di situlah letak keunikan buku ini. Goresan Seorang Berandal tidak mencoba menjadi buku yang bisa memuaskan semua orang. Ia memilih menjadi ruang yang jujur bagi penulisnya untuk bercerita.
Dan mungkin, jika pada suatu halaman kamu menemukan satu kalimat yang terasa seperti menggambarkan isi kepalamu sendiri, maka buku ini telah berhasil melakukan apa yang memang sejak awal ingin dilakukannya: menghadirkan ruang untuk merenung, bukan memberi jawaban atas semua pertanyaan.
Pesan Moral
- Berani menjadi diri sendiri tanpa harus mengikuti ekspektasi orang lain.
- Kejujuran merupakan bentuk keberanian.
- Kreativitas lahir dari kebebasan berpikir.
- Tidak semua perjalanan hidup harus selalu sempurna.
- Refleksi diri dapat membantu seseorang memahami kehidupan dengan lebih baik.
Siapa yang cocok membaca buku ini?
- Pecinta buku refleksi diri.
- Penggemar tulisan-tulisan pendek yang inspiratif.
- Pelaku industri kreatif.
- Pengusaha muda yang ingin melihat sisi lain seorang founder.
- Pembaca yang menyukai buku dengan desain visual menarik.
Skandal hukum sang penulis
Tahukah kamu? Kisah Goresan Seorang Berandal ternyata tidak berhenti setelah buku ini diterbitkan.
Saat pertama kali beredar, buku karya Mohan Hazian ini dijual dengan harga yang cukup terjangkau, sekitar Rp120.000 hingga Rp130.000. Buku ini mudah ditemukan di berbagai toko buku maupun platform e-commerce, dan menjadi salah satu bacaan yang banyak dibicarakan.
Namun, semuanya berubah pada awal tahun 2026.
Setelah Mohan Hazian tersandung kasus hukum, penerbit memutuskan menarik Goresan Seorang Berandal dari peredaran dan menghentikan seluruh aktivitas penjualannya. Rencana cetak ulang pun dibatalkan. Untuk kasus hukumnya sendiri, kamu bisa explore di internet ya.
Keputusan itu membuat buku yang sebelumnya mudah dibeli mendadak menjadi barang langka.
Di sinilah fenomena yang menarik mulai terjadi.
Semakin sulit buku ini ditemukan, semakin tinggi pula harganya di pasar koleksi. Salinan yang dulu dijual sekitar seratus dua puluh ribu rupiah mulai ditawarkan dengan harga berkali-kali lipat. Bahkan, edisi yang memiliki tanda tangan penulis dikabarkan dipasarkan hingga sekitar Rp550.000.
Dalam waktu singkat, buku ini berubah status. Dari sebuah bacaan yang bisa dimiliki siapa saja, menjadi barang buruan para kolektor.
Fenomena ini menunjukkan bahwa nilai sebuah buku tidak selalu ditentukan oleh isi atau jumlah halamannya. Kelangkaan, sejarah di baliknya, dan momen yang menyertainya juga dapat membuat sebuah buku memiliki nilai yang jauh lebih tinggi di mata para kolektor.
Kini, Goresan Seorang Berandal bukan hanya dikenang sebagai kumpulan refleksi pribadi Mohan Hazian, tetapi juga sebagai salah satu buku independen yang memiliki perjalanan paling unik di Indonesia—sebuah buku yang berubah dari bacaan populer menjadi koleksi langka hanya karena perubahan keadaan.
Kesimpulan
Jadi, apakah Goresan Seorang Berandal layak dibaca?
Jawabannya bergantung pada apa yang sedang kamu cari.
Kalau kamu berharap menemukan buku motivasi yang penuh rumus sukses atau panduan membangun bisnis, mungkin buku ini bukan pilihan yang tepat. Mohan Hazian tidak sedang mengajar, tidak pula mencoba meyakinkan pembacanya dengan teori-teori panjang.
Sebaliknya, ia hanya mengajak kita duduk sejenak, membuka isi kepalanya, lalu melihat kehidupan dari sudut pandang yang sangat personal.
Di setiap halaman, kamu akan menemukan potongan pengalaman, emosi, dan refleksi yang ditulis dengan bahasa sederhana, tetapi mampu meninggalkan kesan yang lama. Ditambah ilustrasi, fotografi, dan elemen visual yang menyatu dengan cerita, pengalaman membacanya terasa lebih hidup dan intim dibandingkan dengan kebanyakan buku nonfiksi.
Buku ini memang tidak menawarkan jawaban atas semua pertanyaan hidup. Namun, justru itulah kekuatannya. Ia memberi ruang bagi pembacanya untuk berhenti sejenak, berpikir, dan mungkin menemukan jawaban mereka sendiri.
Tentu saja, buku ini tidak akan cocok untuk semua orang. Jika kamu lebih menyukai bacaan yang sistematis, penuh argumentasi, atau berisi langkah-langkah praktis, mungkin pengalaman membacanya tidak akan sesuai dengan harapanmu.
Namun, jika kamu menyukai buku yang personal, jujur, penuh refleksi, dan dipenuhi kalimat-kalimat yang layak disimpan atau dikutip, Goresan Seorang Berandal adalah buku yang pantas masuk ke daftar bacaanmu.
Untuk keseluruhan pengalaman membaca, buku ini layak mendapatkan nilai 4,5 dari 5 bintang. Bukan karena buku ini sempurna, tetapi karena ia berhasil melakukan sesuatu yang tidak semua buku mampu melakukan: membuat pembacanya berhenti sejenak, merenung, dan melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.
Dan mungkin, setelah menutup halaman terakhirnya, yang akan paling lama kamu ingat bukanlah ceritanya… melainkan satu atau dua kalimat sederhana yang terus terngiang di kepala.
Retrospeksi Etis: Memisahkan Karya dari Kreator di Era Modern
Kisah Goresan Seorang Berandal pada akhirnya bukan hanya tentang sebuah buku. Ia juga menjadi pengingat bahwa setiap karya memiliki cerita yang jauh lebih besar daripada halaman-halaman yang kita baca.
Setelah buku ini ditarik dari peredaran, muncul sebuah pertanyaan yang terus diperdebatkan hingga sekarang: bisakah kita memisahkan sebuah karya dari sosok yang menciptakannya?
Di satu sisi, banyak pembaca mengakui bahwa buku ini memiliki gaya bahasa yang jujur, visual yang menarik, dan berhasil menemani mereka melewati berbagai fase kehidupan. Kolaborasi ilustrasi, fotografi, dan narasi personal membuatnya menjadi salah satu karya yang meninggalkan kesan bagi banyak anak muda pada masanya.
Namun di sisi lain, perjalanan sebuah karya tidak pernah benar-benar terpisah dari kehidupan penciptanya.
Ketika sebuah buku dipasarkan melalui kisah hidup, pengalaman pribadi, dan citra autentik sang penulis, publik pun cenderung melihat keduanya sebagai satu kesatuan. Karena itulah, ketika muncul kasus hukum yang melibatkan penulisnya, cara banyak orang memandang buku ini ikut berubah. Bagi sebagian pembaca, pengalaman membaca karya tersebut menjadi sulit dipisahkan dari peristiwa yang terjadi di dunia nyata.
Di tengah situasi itu, keputusan penerbit untuk menghentikan peredaran buku menjadi salah satu langkah yang banyak diperbincangkan. Keputusan tersebut dipandang sebagai bentuk penegasan bahwa tanggung jawab etis terhadap publik dan penghormatan terhadap pihak yang terdampak harus menjadi pertimbangan penting, bahkan ketika sebuah buku telah meraih kesuksesan secara komersial.
Pada akhirnya, Goresan Seorang Berandal meninggalkan warisan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar kumpulan refleksi pribadi. Buku ini tidak hanya mengajak pembacanya merenungkan kehidupan, tetapi juga memunculkan diskusi yang lebih luas tentang hubungan antara karya, penciptanya, dan tanggung jawab moral di balik keduanya.
Dan mungkin, itulah pelajaran terbesar dari kisah ini. Sebuah buku memang bisa menginspirasi banyak orang. Namun pada akhirnya, bukan hanya kata-kata yang akan dikenang, melainkan juga nilai-nilai yang menyertai perjalanan di balik lahirnya sebuah karya.
GORESAN SEORANG BERANDAL
Analisis Otentisitas, Estetika Subkultur, dan Dinamika Pasar Buku Mohan Hazian
Manifesto Seorang Berandal
Diterbitkan perdana pada 1 September 2021, buku ini menandai titik balik Mohan Hazian dari instruksi bisnis pragmatis menuju kontemplasi personal yang mentah. Buku ini bukan sekadar bacaan, melainkan artefak budaya urban yang menggabungkan teks, ilustrasi, dan fotografi analog.
Evolusi Penulisan
Perjalanan kepenulisan Mohan Hazian menunjukkan pergeseran drastis dari buku utilitarian yang berfokus pada tips perdagangan elektronik menuju ruang "stream of consciousness" yang bebas beban ekspektasi industri. Visualisasi di samping membandingkan bobot fokus antara tiga karya utamanya.
- Buku I: Fokus Tips Bisnis & E-commerce
- Buku III: Fokus Refleksi & Ekspresi Bebas
Sinergi Estetika Visual
Kekuatan buku ini terletak pada kolaborasi lintas disiplin. Tanpa menggunakan elemen SVG, struktur desain buku ini tetap menjadi salah satu yang paling berpengaruh di kultur streetwear.
ALIPJON
Desain Sampul
Menghadirkan visual ekspresionistik yang liar dan berani, merepresentasikan identitas "Berandal" yang menantang kemapanan sosial melalui sapuan warna yang mentah.
GINDRING WASTED
Ilustrator Internal
Menyumbangkan karya surealisme urban yang menghidupkan ketegangan emosional dalam teks Mohan, menciptakan pengalaman membaca yang multidimensi.
Gelembung Spekulasi Pasar
Pasca penarikan resmi oleh Shira Media pada Februari 2026, harga buku melonjak hingga 423% di pasar sekunder. Fenomena ini menciptakan kelangkaan buatan yang menjadikan artefak fisik buku ini sebagai instrumen investasi gelap di kalangan kolektor.
Kronologi Krisis & Penarikan
8 Februari 2026
Skandal Terungkap
Utas dari akun "Saa" di platform X mengungkap tuduhan kekerasan seksual yang dilakukan Mohan pada Mei 2025 di studio Thanksinsomnia.
8 Februari (Sore)
Sikap Penerbit
Shira Media resmi memutuskan kerja sama dan menginstruksikan penarikan seluruh stok buku Mohan dari pasar nasional.
11 Februari 2026
Pengakuan Penulis
Mohan merilis pernyataan maaf, mengakui "kekhilafan moral", dan mengundurkan diri dari segala jabatan di Thanksinsomnia.
"Pala lo korengan ketombean!"
Karya literatur tidak pernah hidup di ruang hampa. Ketika sebuah buku dibangun di atas fondasi "otentisitas personal", maka tindakan nyata sang pengarang menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi tersebut. Penarikan buku ini adalah monumen etis bagi industri kreatif Indonesia.
| Judul | Rating | Cerita & Ilustrasi | Tebal | Berat | Format | Tanggal Terbit | Dimensi | ISBN | Penerbit |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| JudulGoresan Seorang Berandal | Rating4.5 | Cerita & IlustrasiMohan Hazian | Tebal144 halaman | Berat450 Gr | FormatSoft cover | Tanggal Terbit1 September 2021 | Dimensi18 cm x 14.5 cm | ISBN9786027760424 | PenerbitShira Media |
Pesan dari
KATALOG BUKU
Buku pilhan lainnya:
Bingung ingin baca review buku apalagi? Silakan cari disini.
Kamu juga bisa temukan buku lain nya di Katalog Kami





