Review Buku Ketika Ayah: Cinta & Luka Anak Perempuannya
Review buku emosionalKetika Ayah: Cinta dan Luka Anak Perempuannya. Mengulas hubungan ayah-anak perempuan, cinta, luka batin, dan proses berdamai.
Kasih sayang yang tersembunyi sering kali meninggalkan jejak mendalam sepanjang hidup. Luka batin yang tak terlihat dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri. Buku "Ketika Ayah: Cinta dan Luka Anak Perempuannya" mengajak kita menyelami ruang sunyi itu—hubungan antara seorang ayah dan anak perempuannya.
Buku ini tidak bermaksud mencari kesalahan pada sosok ayah. Ini juga bukan sekadar membahas luka masa lalu tanpa arah yang jelas. Buku ini hadir sebagai pelukan hangat, sebuah undangan untuk menyadari bahwa hubungan dengan ayah, entah baik maupun buruk, sangat memengaruhi siapa kita saat ini.
Tentang Buku Ketika Ayah: Cinta dan Luka Anak Perempuannya
Dengan sentuhan yang hangat dan personal, buku ini menelusuri jalinan kisah antara seorang ayah dan putrinya. Tentang sosok ayah yang hadir namun terasa jauh. Tentang ayah yang berjuang sekuat tenaga, namun kurang memberikan perhatian. Juga mengenai ayah yang absen—baik secara nyata maupun dalam batin—meninggalkan tanda tanya yang terus tumbuh seiring waktu.
Melalui perenungan yang sederhana, pembaca akan diajak untuk memahami sebuah esensi: tidak semua derita berasal dari maksud yang buruk. Sebagian derita muncul dari kasih sayang yang tidak tahu bagaimana cara untuk ditunjukkan.
"Ketika Ayah Cinta dan Luka Anak Perempuannya" karya Retno Ladyta, sebuah buku pengembangan diri yang penuh emosi, mengupas tuntas jalinan relasi yang kompleks antara ayah dan anak perempuan, ditandai dengan perenungan mendalam tentang cinta, kehilangan, dan perjalanan menuju pemulihan. Buku ini mengisahkan pergulatan seorang anak yang merasa terlantar dalam menghadapi getirnya kehidupan, sembari mendambakan sentuhan kasih sayang dari ayahnya.
Buku setebal 164 halaman ini dibuka dengan kalimat menyentuh kalbu, "Ayah, kenapa kau membiarkanku berjalan dengan satu kaki sendirian?", mengajak pembaca untuk menyelami dinamika keluarga di mana afeksi seorang ayah kerap kali meninggalkan bekas luka yang terpendam. Retno bernostalgia tentang sosok ayahnya—seorang pengembara yang amat ia sayangi—setelah kehilangannya dalam hidup, sebagai sambungan dari buku perdananya bertajuk "Pastikan Ikhlasmu Itu Luas".
Tema Utama Buku
Buku "Ketika Ayah Cinta dan Luka Anak Perempuannya" terutama membahas tentang sakit hati yang muncul akibat relasi dengan ayah. Dalam masyarakat Indonesia yang cenderung patriarki, ayah kerap kali lebih dilihat dari perannya sebagai tulang punggung keluarga. Sisi emosionalnya sering kali dianggap kurang penting atau bahkan diabaikan. Hal ini menciptakan situasi "ayah hadir secara fisik, namun tidak hadir secara emosional," yang dapat menyebabkan trauma mendalam bagi anak perempuan.
Ulasan buku ini secara akurat menangkap esensi dari ketiadaan emosional tersebut dengan menggunakan kiasan "berjalan hanya dengan satu kaki sendirian. " Ungkapan itu menggambarkan perasaan tidak aman dan cemas yang dirasakan anak perempuan ketika sosok yang seharusnya melindungi dan membimbing justru membiarkannya menghadapi "kekejaman dunia. " Pertanyaan yang diajukan dalam deskripsi buku—"Jika Ayah cinta dan luka anak perempuannya—mengapa aku lebih sering merasakan lukanya? "—adalah puncak dari krisis eksistensial yang dialami oleh banyak pembaca yang mengalami hal serupa.
Berikut adalah poin-poin penting yang menjadi fokus utama buku ini:
- Kajian mendalam tentang hubungan ayah dan anak perempuan, termasuk pengaruh ayah terhadap karakter dan perasaan anak.
- Perjalanan pemulihan dari rasa kehilangan dan upaya menemukan arti cinta sejati dalam kehidupan keluarga.
- Keinginan untuk memahami cinta yang mungkin tidak sempurna, tetapi tetap memiliki makna yang dalam.
Cinta Ayah dan Luka yang Tak Pernah Sempat Dibicarakan
Seringkali, relasi antara ayah dan anak perempuannya diwarnai suasana hening. Minim dialog. Sentuhan pun demikian. Akibatnya, banyak pilu yang berkembang tanpa disadari.
Buku ini membahas tentang:
- Pengaruh interaksi ayah terhadap rasa aman seorang putri
- Diksi ayah (atau ketiadaannya) membentuk jati diri
- Teladan ayah menjadi barometer cinta serta relasi pertama
Tanpa disadari, banyak wanita dewasa yang masih menyimpan perih masa lalu—luka yang tak terungkapkan.
Gaya Penulisan yang Lembut, Jujur, dan Menenangkan
Daya tarik utama buku Ketika Ayah: Cinta dan Luka Anak Perempuannya terletak pada gaya bahasanya yang begitu dekat dengan keseharian. Seolah kita tengah menyelami luapan perasaan diri sendiri. Jauh dari kesan menggurui ataupun menghakimi. Semua tertuang berlandaskan kejujuran dan keheningan.
Setiap halamannya seakan berbisik: "Perasaan yang kamu rasakan itu sangat berharga. " Dan bagi banyak pembaca, kalimat itu sudah lebih dari cukup untuk menghangatkan relung mata.
Mengenal Penulisnya
Sebagai anak tengah dari tiga bersaudara, Dyta merasa hanya dialah yang mewarisi jiwa petualang ayahnya. Kesamaan ini tercermin dalam hobi yang jarang diminati perempuan sekitarnya, seperti memancing, spearfishing, dan snorkeling. Kedekatan lewat aktivitas fisik serta cintanya pada pantai dan senja membentuk ikatan emosional yang kuat dengan sang ayah, yang menjadi inspirasi sekaligus sumber luka terbesarnya.
Motivasi Dyta menulis Ketika Ayah Cinta dan Luka Anak Perempuannya bermula dari apa yang ia sebut sebagai "patah hati terdalam," yaitu kehilangan ayahnya. Baginya, menulis bukan sekadar proses berkreasi, tapi juga upaya mengabadikan kenangan dan menuntaskan kesedihan yang belum sepenuhnya usai. Sebelumnya, Dyta telah menerbitkan buku berjudul Pastikan Ikhlasmu Itu Luas, yang juga mengangkat tema penerimaan trauma dari keluarga, pertemanan, dan percintaan. Kesamaan tema ini menandakan bahwa Dyta tengah membangun sebuah karya sastra yang berfokus pada ketahanan mental dan self-care.
Daftar Buku Utama
| Judul Buku | Tahun Terbit | Penerbit | Deskripsi Singkat |
|---|---|---|---|
| Pastikan Ikhlasmu Itu Luas | 2024 | Gradien Mediatama | Panduan ikhlas untuk damai batin, dengan cerita nyata dan latihan refleksi. |
| Ketika Ayah Cinta dan Luka Anak Perempuannya | 2025 | Gradien Mediatama | Refleksi hubungan ayah-anak perempuan, kelanjutan dari buku sebelumnya. |
| Perempuan yang Mencari Ayah pada Pria Tak Bersalah | 2026 (pre-order) | - | Eksplorasi pola emosional mencari figur ayah dalam hubungan romantis. |
Buku Ini Akan Sangat Mengena Jika Kamu Pernah…
- Bagaimana perlakuan seorang ayah berdampak pada rasa aman seorang anak perempuan
- Kata-kata ayah (atau ketiadaannya) membentuk persepsi diri seorang anak
- Cara ayah bersikap menjadi cerminan pertama tentang cinta dan relasi
- Melihat Kembali Luka Lama: Buku ini menyoroti dampak ketidakhadiran ayah pada perkembangan emosi dan keyakinan diri anak perempuan, serta mendorong pembaca untuk merenungkan pengalaman serupa tanpa menyalahkan diri sendiri.
- Menerima dan Menyembuhkan: Luka bukanlah akhir segalanya; ada jalan untuk berdamai dengan masa lalu melalui keikhlasan, seperti memaafkan ayah meskipun tetap mengakui adanya luka yang dirasakan.
- Mencintai Diri Sendiri: Proses mencintai diri sendiri adalah kunci meraih keseimbangan emosional, daripada mencari pengganti figur ayah dalam hubungan lain.
Buku karya Retno Ladyta ini mencoba mengupas tuntas beragam luka batin dengan menawarkan perspektif pemulihan yang berpusat pada diri sendiri. Daripada terus menunggu permintaan maaf atau perubahan dari sosok ayah yang mungkin tak kunjung datang, buku ini menuntun pembaca untuk menemukan kembali esensi cinta di dalam diri mereka. Ini adalah perubahan pandangan dari seorang korban yang merasa tidak berdaya menjadi individu yang tegar serta mampu meraih kembali kebahagiaan mereka.
Gaya Penulisan yang Lembut, Jujur, dan Menenangkan
Keistimewaan
Buku Ini Akan Sangat Mengena Jika Kamu Pernah…
- Merasa kesulitan untuk terhubung secara emosional dengan ayah
- Merasa tidak layak untuk dicintai tanpa mengetahui penyebabnya
- Terjebak dalam pola hubungan yang terus berulang dan melelahkan
- Ingin mengenal diri sendiri tanpa menyalahkan masa lalu
- Fase Pengakuan Terhadap Kesedihan: Penulis memulai dengan mengakui rasa sakit yang dialami oleh pembaca. Mengakui bahwa merasa terluka, kecewa, dan lelah adalah hal yang normal menjadi langkah awal dalam proses penyembuhan. Cerita mengenai kehilangan tempat untuk berbagi dan ruang untuk mengeluh menciptakan resonansi bagi pembaca yang merasa terasing dalam penderitaan mereka.
- Fase Refleksi dan Pertanyaan: Dalam tahap ini, buku mengajak pembaca untuk mempertimbangkan kembali arti cinta yang mereka terima dari sosok ayah. Ada upaya untuk menggali mengapa luka dari masa kecil dapat bertahan begitu lama dan bagaimana hal itu mempengaruhi cara pandang seseorang tentang dirinya ketika dewasa.
- Fase Rekonsiliasi Internal: Penulis menekankan pentingnya menyadari bahwa trauma masa kecil bukanlah akhir segalanya. Proses untuk berdamai dengan masa lalu tidak selalu berarti menerima perilaku menyakitkan dari ayah, melainkan melepaskan beban emosional yang menghalangi kemajuan pribadi.
- Fase Transformasi dan Cinta Diri: Hingga puncaknya, buku ini mengajak untuk belajar mencintai diri sendiri lagi. Penulis menegaskan bahwa kebahagiaan sejati dimulai ketika seseorang mampu menjadi "pengasuh" bagi dirinya sendiri dan memberi kasih sayang yang mungkin tidak sepenuhnya ia terima di masa kecil.
Kelebihan Buku Ketika Ayah: Cinta dan Luka Anak Perempuannya
| Aspek | Deskripsi |
|---|---|
| Reflektif Emosional | Menggugah perasaan mendalam, membantu pembaca merefleksikan hubungan ayah-anak dan pemulihan diri dari luka masa lalu. |
| Relatable untuk Anak Perceraian | Menjadi teman bagi yang merasakan kehilangan, dengan pesan penerimaan dan mencintai diri sendiri yang kuat. |
| Gaya Naratif Menyentuh | Kalimat intim dan puitis membuat bacaan mengalir seperti curahan hati, memberikan perspektif baru tentang kasih sayang keluarga. |
Catatan untuk Pembaca
- Buku ini bersifat reflektif, bukan buku psikologi klinis
- Beberapa bagian bisa memicu kenangan emosional yang dalam
Kesimpulan: Reintegrasi Cinta dan Harapan Baru
*****
| Judul | Rating | Cerita & Ilustrasi | Tebal | Berat | Format | Tanggal Terbit | Dimensi | ISBN | Penerbit |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| JudulKetika Ayah: Cinta & Luka Anak Perempuannya | Rating4.0 | Cerita & IlustrasiRetno Ladyta | Tebal164 halaman | Berat0.340 Kg | FormatSoft cover | Tanggal Terbit20 April 2025 | Dimensi19 cm x 13 cm | ISBN9786022083955 | PenerbitGradien Mediatama |
Dapatkan buku ini di Marketplace maupun di Gramedia.com
Pesan dari
KATALOG BUKU
Buku pilhan lainnya:
Bingung ingin baca review buku apalagi? Silakan cari disini.
Kamu juga bisa temukan buku lain nya di Katalog Kami













.gif)

Posting Komentar
0 Komentar