Review Novel Once Upon A Time– Kisah Cinta & Luka Karya Armaraher

Review Novel Once Upon A Time– Kisah Cinta & Luka Karya Armaraher

Review Novel Once Upon A Time Karya Armaraher

Tentang cinta, waktu, dan kenangan yang tak pernah benar-benar selesai

Review novel Once Upon A Time karya Armaraher. Novel romantis penuh luka, kenangan, dan cinta yang tertinggal di masa lalu. Simak ulasan lengkapnya di sini.





Data Buku

  • Judul: Once Upon A Time
  • Penulis: Armaraher
  • Genre: Romantis, Drama
  • Bahasa: Indonesia
  • Penerbit: Kawah Media

Review Novel Once Upon A Time– Kisah Cinta & Luka Karya Armaraher



"Once Upon A Time" karya Armaraher adalah buku pendamping dari novel yang telah di ulas sebelumnya "Iyan Bukan Anak Tengah", yang menyoroti catatan harian Iyan dan Danan sebelum kelahiran adik mereka yang paling kecil, Uan. Karya ini menggali hubungan dalam keluarga yang tidak seimbang, di mana perlakuan orang tua menimbulkan ketegangan emosional, ditulis dari perspektif karakter melalui bentuk jurnal.

Novel Once Upon A Time mengajak pembaca untuk merasakan sebuah cerita cinta yang tidak hanya indah, tetapi juga penuh dengan ketidakpastian. Kisah ini menggambarkan dua jiwa yang pernah saling memilih, tetapi perlahan-lahan terpisah oleh waktu, keadaan, dan pilihan-pilihan kecil yang memiliki dampak besar.

Sesuai dengan namanya, Once Upon A Time memberikan nuansa seperti sebuah cerita dongeng—namun bukan dongeng yang berakhir bahagia. Ini lebih menyerupai kenangan lama yang kembali hadir, membawa pertanyaan yang sederhana namun menyakitkan: bagaimana jika kita membuat pilihan yang berbeda di masa lalu?

Hallo ini Iyan, Riyan Akrael Putra. Biasa dipanggil 'Iyan' karena Abang dulu suka panggil Iyan, Iyan, Iyan, gitu. Padahal menurut Iyan lebih ganteng pake 'R' daripada 'Iyan' aja. Ngomong Ngomong, ini buku harian bekas punya Abang yang Bunda pernah beliin buat dia, bukan buat Iyan. Semesta pun tahu, Bunda sayang banget sama Abang, Bunda sering beliin Abang barang baru. Sedangkan Iyan cuma dapet bekasan dari Abang karena masih bagus.

Di halaman pertama dari buku harian ini Iyan mau tulis tentang satu memori indah yang nggak pernah bisa Iyan lupain. Bahkan kalau dikasih kesempatan lagi sama Tuhan, Iyan mau balik ke sana, ngulang memori yang sama dan lebih lama lagi.

Dulu sebelum Bunda berangkat kerja, Bunda selalu nitipin Iyan sama Abang di rumah Oma pagi-pagi, kadang Bunda nggak jemput sampai besoknya lagi. Di rumah Oma, Iyan cuma berdua sama Abang. Main, belajar, tidur, makan, ketawa, dan ngelakuin banyak hal. Walaupun Oma lebih sering marahin Iyan dari pada abang, tapi selama abang ada dan masih dirumah yang sama iyan tak pernah takut.

Buku ini berisi tentang catatan harian Iyan dan Danan ketika Uan sang adik bungsunya belum hadir di keluarga mereka. Perlakuan tidak adil orang tua mereka terhadap Iyan sudah biasa Iyan terima, tetapi kabar kehamilan Bundanya membuat konflik lebih besar di dalam keluarganya. Danan sebagai anak pertama tidak bisa memilih, sedangkan posisi Iyan akan seperti bayangan karena kehadiran Uan. Iyan merasa setelah kehadiran Uan, Danan yang memprioritaskannya berubah pilih kasih seperti orang tuanya. Iyan kemudian menuliskan segala hal yang dirasakannya dengan menuliskannya di dalam buku catatannya begitu pula Danan.

Once Upon A Time berfungsi sebagai sebuah kisah yang merenungkan peristiwa masa lalu. Inti dari cerita ini adalah tentang pengalaman keluarga Iyan sebelum kelahiran Uan, si adik termuda mereka. Pemilihan judul yang mengacu pada ungkapan klasik pembuka cerita rakyat menciptakan nuansa ironis, sebab bukannya menghadirkan kisah dongeng yang ceria, Armaraher malah menggambarkan kehidupan sehari-hari yang dipenuhi dengan ketegangan emosional dan ketidakadilan dalam pengasuhan.

Review Novel Once Upon A Time– Kisah Cinta & Luka Karya Armaraher


Alur Cerita yang Pelan tapi Menghantam


Armaraher tidak terburu-buru dalam merangkai kisah. Jalannya cerita berlangsung dengan tenang, seakan memberikan kesempatan bagi pembaca untuk merasakan setiap emosi yang muncul: kerinduan, kekecewaan, harapan, dan akhirnya penerimaan.

Novel ini disampaikan melalui potongan-potongan ingatan dan percakapan yang memikirkan kembali, sehingga menimbulkan nuansa akrab—seperti membaca sebuah jurnal pribadi. Tidak ada banyak konflik besar yang mencolok, tetapi di situlah letak keunggulannya: luka-luka kecil yang sangat dapat dirasakan.

Elemen yang paling khas dari Once Upon A Time adalah cara penyerahan pesannya. Kisah ini sebagian besar diceritakan melalui tulisan-tulisan di sebuah buku catatan. Dengan ironi, catatan tersebut merupakan barang bekas milik Danan yang sebelumnya dibeli oleh ibunya untuk saudaranya, bukan untuk Iyan. Iyan memanfaatkan halaman kosong dalam buku itu untuk mencurahkan emosi yang tidak dapat ia ungkapkan dengan kata-kata, membangun alur yang sejalan antara kejadian di luar dan perasaan yang ada di dalam hati.

Danan turut berkontribusi pada catatan itu, menawarkan sudut pandang ganda yang membuat pembaca menyadari bahwa kesedihan dalam keluarga ini tidak hanya dialami oleh Iyan. Sebagai anak pertama, Danan berada dalam situasi sulit antara kewajiban merawat adik-adiknya dan hasrat untuk memenuhi harapan orang tuanya yang sering kali meminta dirinya untuk sempurna.

Profil Karakter dan Dimensi Psikologis


Armaraher memperlihatkan kemampuannya dalam mengembangkan karakter yang tidak hanya baik atau buruk. Setiap individu dalam keluarga di novel ini merupakan hasil dari keadaan sekitar mereka, terjerat dalam peran-peran yang ditentukan oleh sistem keluarga konvensional.

Review Novel Once Upon A Time– Kisah Cinta & Luka Karya Armaraher



Riyan Akrael Putra (Iyan): Identitas yang Terbelah

Tokoh utama dalam cerita ini, Iyan, digambarkan sebagai pribadi yang tengah menghadapi permasalahan identitas. Salah satu aspek yang paling mencolok adalah pilihan namanya. Dia lebih senang dipanggil "Riyan" karena menurutnya terdengar lebih berani, tetapi ia sudah terbiasa dipanggil "Iyan" sejak kecil oleh Danan. Ketika ia menerima panggilan "Iyan", itu mencerminkan keterikatan emosional yang mendalam terhadap kakaknya; ia rela mengesampingkan keinginannya sendiri demi mempertahankan hubungan dengan satu-satunya orang yang ia anggap peduli padanya.

Iyan menggambarkan fenomena invisible chile - anak yang tidak terlihat . Rasa yang membuatnya merasa seperti bayangan menunjukkan keadaan depersonalisasi, di mana seorang anak merasakan bahwa keberadaannya tidak berpengaruh atau berarti bagi orang-orang di sekitarnya. Kehadiran Uan semakin memperburuk kondisi ini, mendorongnya untuk berpindah dari posisi "anak bungsu yang tidak dihiraukan" menjadi "anak tengah yang diabaikan".

Danan: Protektor yang Terbebani

Danan merupakan tokoh yang menarik sebab ia berperan sebagai pahlawan sekaligus musuh dalam pandangan Iyan. Di satu sisi, ia berfungsi sebagai pelindung. Iyan mengingat kenangan ketika mereka tinggal di rumah Oma (nenek mereka) yang memiliki cara mendidik yang ketat. Iyan merasakan bahwa Oma lebih memperlakukan dirinya dengan keras, tetapi ia merasa terlindungi ketika Danan ada di sampingnya. Namun, seiring dengan bertambahnya usia dan tanggung jawab, Danan mulai menunjukkan keberpihakan yang dianggap Iyan sebagai bentuk perlakuan istimewa yang mirip dengan orang tua mereka.

Peran Figur Otoritas: Ibu dan Oma

Orang tua dalam cerita ini tidak digambarkan sebagai karakter jahat dalam arti konyol, tetapi sebagai orang tua yang tidak mampu memahami kebutuhan emosional anak yang beragam. Ibu Iyan digambarkan sebagai penyebab utama ketidakcukupan materi. Di sisi lain, Oma mencerminkan cara didik generasi sebelumnya yang lebih fokus pada disiplin yang keras baik secara fisik maupun verbal, yang bagi anak-anak yang peka seperti Iyan, terasa seperti sebuah penolakan.

Review Novel Once Upon A Time– Kisah Cinta & Luka Karya Armaraher


Karakter yang Dekat dengan Realita


Tokoh-tokoh dalam Once Upon A Time tidak digambarkan sempurna. Mereka ragu, salah mengambil keputusan, dan terkadang egois. Namun justru karena itu, mereka terasa hidup.

Pembaca mungkin akan menemukan dirinya sendiri dalam salah satu karakter:

  • Pernah mencintai tapi memilih pergi
  • Pernah bertahan terlalu lama
  • Atau masih terjebak di masa lalu yang seharusnya sudah selesai

Gaya Bahasa: Sederhana, Puitis, dan Menyentuh


Salah satu keunggulan Armaraher terletak pada cara ia mengekspresikan kata-kata. Ungkapan-ungkapan yang digunakannya terkesan sederhana tetapi sarat makna. Banyak bagian dari novel ini terasa seperti kutipan yang merenungkan tema cinta dan kehilangan.

Armaraher mengadopsi gaya penulisan yang simpel dan cocok untuk kalangan muda, mudah dimengerti, sambil menyelipkan humor ringan untuk memberikan warna pada narasi yang penuh emosi. Cara bercerita yang digunakannya mengambil perspektif pertama melalui catatan harian Iyan dan Danan, menciptakan suasana yang dekat dan autentik, mirip dengan jurnal pribadi.

Novel ini tidak bertujuan untuk mengajarkan, melainkan mendorong pembaca untuk berpikir—tentang relasi, waktu, dan kenyataan bahwa tidak semua kisah cinta dimaksudkan untuk bertahan selamanya.

Bahasa yang digunakan dalam teks mengalir dengan santai, sehingga remaja dapat dengan mudah terhubung, menghindari kerumitan dan menyertakan unsur sarkasme dalam masalah keluarga. Pemilihan dialog yang alami dan deskripsi yang singkat membuat alur cerita tetap dinamis, meskipun terkadang terdapat kesalahan ejaan kecil.

Review Novel Once Upon A Time– Kisah Cinta & Luka Karya Armaraher


Tema Besar: Cinta dan Waktu

Tema pokok dari novel Once Upon A Time yang ditulis oleh Armaraher adalah ketimpangan perlakuan orang tua di dalam keluarga dan efeknya pada interaksi antara saudara. Kisah ini menampilkan pertikaian emosional Iyan, anak tengah yang merasakan ketidakberdayaan, yang semakin buruk akibat kehamilan adik bungsunya, Uan, serta kerumitan yang dihadapi Danan sebagai anak sulung.

Once Upon A Time bukan hanya soal cinta, tapi juga soal waktu. Tentang bagaimana waktu bisa mempertemukan, sekaligus menjauhkan. Tentang bagaimana seseorang bisa sangat berarti di satu fase hidup, lalu hanya menjadi kenangan di fase berikutnya.

Novel ini cocok bagi pembaca yang menyukai cerita:

  • Cinta tak sampai
  • Hubungan yang kandas tanpa penjahat
  • Realita pahit yang sering terjadi dalam kehidupan nyata

Ketidakadilan orang tua juga menjadi fokus utama, dengan kecenderungan favoritisme terhadap Danan menjadikan Iyan merasa sebagai "pembantu" dan seperti hantu, yang memicu rasa cemburu dan ketegangan di antara mereka sebagai saudara. Tema ini diperkuat melalui tulisan harian, yang menunjukkan pergeseran dari kebersamaan yang damai ke dalam pertikaian besar.

Novel ini mengeksplorasi rasa diabaikan, usaha untuk mendapatkan pengakuan, dan pergeseran prioritas antara saudara, yang mencerminkan keadaan psikologis dalam keluarga Indonesia. Ujian kesetiaan Danan terhadap Iyan menambah dimensi tema pengkhianatan emosional dan ketahanan anak.

Kelebihan Novel Once Upon A Time

Salah satu sebab mengapa karya Armaraher sangat diterima oleh pembaca di Indonesia adalah keberaniannya dalam membahas soal "favoritisme" yang sering kali diabaikan dalam banyak keluarga. Di Indonesia, ada norma budaya yang mewajibkan rasa hormat yang tinggi kepada orang tua serta rasa syukur terhadap segala sesuatu yang diberikan. Iyan melawan norma tersebut dengan jujur mengungkapkan perasaannya yang terluka karena selalu menerima barang-barang yang sudah tidak terpakai.

Secara poin keunggulan, novel ini memiliki keunggulan dari berbagai sisi:

✔ Emosional tanpa berlebihan
✔ Gaya bahasa lembut dan reflektif
✔ Cerita relevan dengan pembaca dewasa muda
✔ Cocok dibaca perlahan, bukan sekali duduk


Kekurangan

Beberapa bagian dari cerita terasa lambat karena jalan cerita yang rumit dan kurangnya penjelasan tentang karakter pendukung, mungkin kurang cocok bagi penyuka konflik cepat. Ada kesalahan dalam penulisan dan tanda baca, meskipun hal ini tidak mengganggu keseluruhan cerita. Selain itu minim kejutan besar pada cerita, lebih fokus pada perasaan. 

Review Novel Once Upon A Time– Kisah Cinta & Luka Karya Armaraher


Kesimpulan dan Outlook Masa Depan


Novel Once Upon A Time karya Armaraher adalah pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin berkompromi dengan kenangan masa lalu. Ia tidak menghadirkan akhir bahagia yang lazim, tetapi menawarkan kejujuran—bahwa tidak semua cinta harus dimiliki agar tetap memiliki arti.

Novel Once Upon A Time oleh Armaraher menawarkan sudut pandang menarik tentang bagaimana cerita yang tampak sederhana mengenai hubungan antar saudara bisa berkembang menjadi karya fiksi yang sukses secara komersial. Dengan penggunaan format jurnal yang dekat dan penelusuran psikologi karakter Iyan, penulis berhasil memberikan suara kepada mereka yang merasa terpinggirkan dalam lingkungan keluarga.

Dari sudut pandang industri, keberhasilan buku ini menunjukkan betapa pentingnya ekosistem platform digital seperti Wattpad dan TikTok dalam membentuk tren membaca masa kini. Masa depan "Iyan Universe" tampaknya masih sangat cerah, mengingat tingginya loyalitas pembaca dan masih ada banyak perspektif karakter lain yang bisa dijelajahi, seperti terlihat dalam rencana atau keberadaan judul-judul seperti Bahu Anak Pertama. Bagi mereka yang bekerja di dunia penerbitan, pendekatan yang diambil oleh Akad dan Skuad Media Cakrawala dalam mengelola Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Armaraher bisa menjadi acuan untuk membangun keterikatan dengan pembaca melalui narasi yang saling terkait dan strategi paket yang efektif.

Pada akhirnya, Once Upon A Time lebih dari sekadar cerita sebelum tidur, melainkan sebuah gambaran pahit tentang kenangan masa kecil yang hilang, cinta yang tidak merata, dan perjuangan seorang anak untuk menemukan tempatnya di dalam keluarganya. Ini menjadi pengingat bagi setiap orang—baik sebagai anak, saudara, atau orang tua—bahwa setiap perilaku pengasuhan, sekecil apapun, meninggalkan dampak mendalam dalam pembentukan karakter seorang manusia.

Novel ini sangat sesuai untuk penggemar tema keluarga psikologis dan literatur remaja Indonesia, khususnya bagi yang menyukai "Iyan Bukan Anak Tengah". Bacalah untuk merenungkan dinamika hubungan antar saudara, dengan ulasan positif dari pembaca di Goodreads.


Review Novel Once Upon A Time– Kisah Cinta & Luka Karya Armaraher







Judul Rating Cerita & Ilustrasi Tebal Berat Format Tanggal Terbit Dimensi ISBN Penerbit
JudulOnce Upon A Time Rating4.8 Cerita & IlustrasiArmaraher Tebal159 halaman Berat0.4150 Kg FormatSoft copy Tanggal Terbit14 Juni 2023 Dimensi20 cm x 13 cm ISBN9786230932601 PenerbitDi Isi



Anda tertarik dengan buku ini?
Dapatkan buku ini di Marketplace maupun di Gramedia.com


Tokopedia
Shopee
Gramedia

Pesan dari

KATALOG BUKU

Buku pilhan lainnya:

Buku Terapi Emosi & Berdamai dengan Luka Batin - Anak Hebat Indonesia
Buku seri Self-Healing favorit.


Bingung ingin baca review buku apalagi? Silakan cari disini.

Kamu juga bisa temukan buku lain nya di Katalog Kami

Posting Komentar

0 Komentar

Ebook - Shopee

Review Buku Lain nya:

marquee image
- Books of The Month -
marquee image
- Berbagai ulasan buku dan novel yang bisa jadi referensi bu a t kamu sebelum membeli nya -
·.★·.·´¯`·.·★ 🅁🄴🄺🄾🄼🄴🄽🄳🄰🅂🄸 🄺🄰🄼🄸★·.·´¯`·.·★.·
Buku Terapi Emosi & Berdamai dengan Luka Batin - Anak Hebat Indonesia
Buku seri Self-Healing favorit.

Ebook - Tokopedia

Belajar Part of Speech Bahasa Inggris

Review Buku Lain nya:

Bingung ingin baca review buku apalagi? Silakan cari disini.