Review Novel The Day of Kidnapping – Sinopsis & Ulasan Thriller Korea Menegangkan

Katalog Buku.com

The Day of Kidnapping

📘 Review Novel The Day of Kidnapping – Thriller Korea yang Bikin Deg-degan

Review lengkap novel thriller Korea The Day of Kidnapping karya Jeong Hai-yeon. Simak sinopsis, kelebihan, kekurangan, dan alasan novel ini wajib dibaca.

Popularitas cerita menegangkan dari Korea Selatan meluas melampaui layar televisi, merambah pula ke dunia buku. Sebuah novel yang berhasil memikat hati khalayak global adalah *The Day of Kidnapping*, karya misteri karangan Jeong Hai-yeon, di mana unsur kejahatan, ketegangan kejiwaan, dan pemeriksaan etika manusia saling berpadu.

Inti narasi ini tidak hanya berfokus pada insiden penculikan semata, tetapi juga mengupas secara mendalam pergulatan batin, jalinan relasi emosional yang tidak biasa, serta rahasia berbagai kematian yang saling terkait. Novel ini mencapai puncak ketenarannya menyusul diangkatnya ke layar kaca menjadi serial drama Korea berjudul The Kidnapping Day, yang otomatis mendongkrak pesona kisahnya di kancah dunia.

Kisah berjudul The Day of Kidnapping karya Jeong Hai-yeon adalah sebuah novel bergenre thriller Korea yang sangat mencekam, menyimpan bermacam-macam plot twist di sepanjang alurnya.

The Day of Kidnapping merupakan sebuah sajian bergenre thriller misteri hasil pena Jeong Hai-yeon, seorang pengarang dari Korea. Novel ini terbit perdana pada tanggal 17 Juli 2019 dan sontak berhasil memikat minat pembaca luas berkat ide cerita yang amat khas dan sarat dengan ketegangan.

Adaptasi novel ini turut diangkat menjadi serial drama Korea bertajuk *The Kidnapping Day* yang tayang sepanjang tahun 2023 — hal tersebut mengindikasikan bahwa alur ceritanya sungguh memiliki bobot daya tarik yang kuat.

The Day of Kidnapping



"Kau sudah masuk?" 
"Belum, hampir sampai."
BRAK! 
"Ada apa?" 

Kim Myeong-jun tak lagi mendengar suara mantan istrinya di sepiker. Buru-buru dia turun dari mobil untuk memeriksa apa yang sudah ditabraknya. Dia sedang berada di depan rumah Choi Jin-tae, seorang profesor dan dokter terkenal. Betapa kagetnya dia saat mendapati anak yang dia tabrak adalah Choi Ro-hee, calon korban yang memang harus diculiknya malam itu. 

Dalam keadaan panik, Myeong-jun bergegas membawa anak itu dengan mobilnya, ke rumahnya. Untung baginya, anak itu selamat. Kalau tidak, dia akan kesulitan meminta tebusan kepada orangtua si anak. Namun, ketika anak itu tersadar, dia sama sekali tak mengingat identitasnya. 

Berkali-kali Myeong-jun berusaha menghubungi Choi Jin-tae untuk meminta tebusan atas anaknya, tapi sama sekali tak ada respons. Akhirnya, Myeong-jun memutuskan untuk mengembalikan anak itu ke rumahnya. Tapi, saat mereka tiba, ternyata rumah itu sudah ramai, oleh polisi dan tetangga. Choi Jin-tae dan istrinya didapati meninggal di kediaman mereka. Myeong-jun bingung. Siapa pelaku pembunuhan itu? Bagaimana nasib Ro-hee nantinya?

*****



Sinopsis Singkat

Kisah ini berawal dari Kim Myeong-jun, seorang laki-laki biasa yang terjerat masalah finansial, berniat melakukan penculikan demi mengumpulkan dana untuk pengobatan putrinya. Namun, skemanya berbalik arah total saat tanpa sengaja ia malah menabrak targetnya, yakni Ro-hee — seorang bocah perempuan berusia 11 tahun yang sangat cerdas.

Setelah insiden tabrakan tak disengaja itu, ia malah membawa Ro-hee bersamanya; gadis kecil itu mengalami amnesia dan tampak seperti anak jenius yang lain dari biasanya. Ketegangan memuncak ketika orang tua Ro-hee ditemukan tak bernyawa di kediaman mereka! Keadaan ini menjadikan Myeong-jun sebagai tersangka utama, dan keduanya pun terpaksa terlibat dalam pelarian yang penuh teka-teki.
***

Tentang Novel


Kerangka cerita dalam film The Day of Kidnapping berlandaskan pada premis yang sungguh mencengangkan: aksi penculikan yang dilaksanakan oleh orang yang tampak "terlalu berhati mulia" untuk melakukan kejahatan, sedangkan orang yang hendak diculik adalah sosok yang "terlalu cerdik" untuk mudah dijadikan sasaran. Kim Myeong-jun, pemeran sentral kita, menampilkan karakter seorang buruh yang terpinggirkan, yang terdorong untuk mengambil tindakan ekstrem demi mendanai biaya pengobatan kanker putrinya, Hee-ae. Keadaan finansial yang sangat mendesak inilah yang menjadi motor penggerak utama alur cerita, yang kemudian diputarbalikkan secara lihai oleh Jeong Hai-yeon melalui insiden tabrakan kendaraan yang mengakibatkan Choi Ro-hee, sang target, mengalami amnesia.

Penerapan alur cerita amnesia di kisah ini bukan sekadar trik dramatis murahan, namun berperan penting dalam menyoroti perubahan posisi peran yang terjadi. Walaupun Ro-hee kehilangan ingatan tentang kehidupan pribadinya, kecerdasan luar biasanya yang berada di level 0,01 persentil teratas tetap utuh. Kontras kemampuan otak ini menimbulkan dinamika relasi yang ganjil, sebab si penculik, Myeong-jun, mendapati dirinya berada di bawah kendali sang tawanan. Keadaan tersebut membuka jalan bagi komedi yang terasa baru meskipun diselimuti oleh ketegangan khas genre thriller yang tak kunjung usai.

Teka-teki semakin rumit tatkala upaya Myeong-jun meminta uang tebusan terhenti total setelah ayah Ro-hee, Dokter Choi Jin-tae, beserta sang istri ditemukan tewas di kediaman mereka. Penemuan tragis ini sontak menggeser kedudukan Myeong-jun dari penculik amatir menjadi tersangka utama dalam kasus pembunuhan berantai ganda yang keji, menuntut audiens untuk menelaah siapa pelaku sebenarnya serta apa motif di balik kemunculan Ro-hee.

Review Novel The Day of Kidnapping – Sinopsis & Ulasan Thriller Korea Menegangkan



Cerita ini melampaui sekadar peristiwa penculikan semata; ia turut menyoroti persoalan moralitas, bagaimana individu saling berhubungan dalam situasi pelik, dan sebuah teka-teki besar yang bertahap terungkap.

Karya tulis ini meraih popularitas luas setelah diadaptasi menjadi seri televisi Korea bertajuk The Kidnapping Day, sehingga mampu menjangkau khalayak dunia.

Di sini, Jeong Hai-yeon tampil sebagai figur sentral yang mendefinisikan ulang batasan-batasan dalam genre ketegangan lokal. Novelnya, bertajuk The Day of Kidnapping (Yugoe-ui Nal), yang pertama kali diperkenalkan kepada pembaca Korea pada tahun 2019, jauh melampaui narasi kejahatan biasa; ia menjadi sorotan tajam terhadap struktur pendidikan, isu penelantaran anak, dan disfungsi rumah tangga masa kini. Dengan memadukan unsur misteri gelap dan sindiran humoris, Jeong mengupas tuntas bagaimana tekanan finansial dapat berbenturan dengan hasrat sains yang melanggar moral, menciptakan alur yang sekaligus memikat sekaligus mengganggu.

Munculnya The Day of Kidnapping di kancah bacaan internasional, khususnya di Indonesia, menggarisbawahi kuatnya daya tarik kekayaan intelektual (IP) dari Korea Selatan, melampaui ranah musik dan drama televisi. Informasi penerbitan mengindikasikan bahwa buku ini telah melalui adaptasi bahasa serta konteks sosial agar dapat dinikmati khalayak yang lebih luas, di mana Elex Media Komputindo memegang peran kunci dalam distribusi kisah ini di wilayah Asia Tenggara. Selisih spesifikasi fisik antara cetakan orisinal Korea dengan versi alih bahasa merefleksikan fleksibilitas industri percetakan dalam menyesuaikan diri dengan selera pembeli setempat.


Parameter TeknisEdisi Orisinal (Korea)Edisi Terjemahan (Indonesia)
Judul유괴의 날 (Yugoe-ui Nal)Hari Penculikan / The Day of Kidnapping
PenerbitSigongsa Co., Ltd.Elex Media Komputindo
Tahun Publikasi20192025 (Estimasi E-book)
Kode ISBN97889527362539786230071133
Dimensi Fisik130 * 203 mmStandar Elex Media
Berat / Ketebalan490 gram / 420 HalamanSekitar 352 Halaman
Klasifikasi GenreThriller, Misteri, Fiksi UmumMystery & Detective, General Fiction
Angka-angka itu menampakkan adanya penyusutan narasi atau optimasi tata letak pada edisi Indonesia, yang memiliki jumlah lembar lebih sedikit (tiga ratus lima puluh dua) dibandingkan cetakan Korea (empat ratus dua puluh), namun esensi kisah tetap utuh. Penurunan jumlah halaman semacam ini sering kali diakibatkan oleh penyesuaian ukuran jenis huruf atau efisiensi ruang saat menerjemahkan dari bahasa Korea ke bahasa Indonesia, mengingat kedua bahasa ini mempunyai kepadatan karakter yang berbeda secara struktural.

Review Novel The Day of Kidnapping – Sinopsis & Ulasan Thriller Korea Menegangkan


Kelebihan Novel

Tokoh-tokoh dalam Kisah Penculikan Sengaja diciptakan untuk menantang pandangan khalayak mengenai benar atau salah secara absolut. Jeong Hai-yeon dengan gamblang menyingkap sisi gelap sifat manusia melalui figur-figur yang sangat berkarakter kompleks.

Sosok-sosok yang ditampilkan berada dalam spektrum abu-abu dan mengalami evolusi signifikan, menawarkan kejutan tak terduga hingga klimaks. Alur cerita dengan tensi yang mencekam di setiap bagian membuatnya sulit dilepaskan, sangat sesuai untuk penggemar genre tegang seperti adaptasi serial televisinya. Kendati premisnya kelam, nuansa batin yang tercipta terasa hangat dan menyentuh, walau elemen dramatis tetap ada.

  • Kim Myeong-jun digambarkan sebagai sosok naif dan mudah alpa, namun ia punya tingkat kepekaan sosial yang amat tinggi. Dia bukan penjahat kelas kakap; sebaliknya, ia adalah ayah yang gagal secara materi, namun berhasil dalam urusan emosional. Keputusannya menculik Ro-hee didorong oleh cinta yang buta terhadap putrinya, sebuah ironi mendalam sebab dalam prosesnya ia malah menyalurkan kehangatan tulus pada Ro-hee, anak yang seharusnya ia sakiti. Pembaca acapkali merasakan kedekatan dengan Myeong-jun sebab walau secara hukum ia dikategorikan "pelaku kejahatan," perilakunya justru merefleksikan sisi kemanusiaan yang lebih otentik ketimbang karakter lain yang tampak lebih terhormat.
  • Di sisi lain, Choi Ro-hee merupakan figur paling menyedihkan sekaligus paling kuat dalam narasi ini. Kecerdasannya yang luar biasa bukan semata anugerah bawaan, melainkan buah dari percobaan medis yang dilakukan ayahnya dalam kerangka "Proyek Jenius". Ro-hee merepresentasikan anak-anak yang terpaksa melepaskan masa kecil demi menggapai ambisi orang tua. Sikapnya yang terlalu dewasa, sinis, dan cenderung menguasai Myeong-jun adalah upaya perlindungan diri dari seorang bocah yang tak pernah menerima afeksi tanpa syarat.
  • Seo Hye-eun, mantan istri Myeong-jun, memegang peran krusial dalam membuka tabir misteri yang lebih dalam. Dialah yang menginisiasi rencana penculikan itu, namun alasan di baliknya jauh melampaui sekadar kebutuhan uang tebusan. Latar belakangnya yang terhubung dengan proyek anak super di masa lampau menyuntikkan kedalaman psikologis yang suram, di mana tindakannya bisa diartikan sebagai balasan dendam atau upaya untuk merebut kembali sesuatu yang pernah direnggut darinya. Versi komik digital bahkan berani menempatkan Hye-eun sebagai poros utama, memberikan perspektif baru tentang bagaimana seseorang bisa bertransformasi menjadi "antagonis" akibat luka batin dari masa lalunya.
  • Detektif Park Sang-yoon tengah mengusut perkara penculikan, namun ia justru menemukan berbagai rahasia mengejutkan yang akhirnya mengalihkan fokus penyelidikan. Kehadirannya menyuntikkan nuansa mencekam ke dalam narasi pelarian dua tokoh sentral.
  • Figur Pemeran Tambahan. Choi Taek-gyun tampil sebagai pengacara sekaligus guru bagi Ro-hee, bertindak sebagai pelindung kedua walau menyimpan agenda tersembunyi. Tokoh-tokoh pelengkap ini memperdalam alur cerita lewat berbagai kejutan serta jalinan relasi yang kompleks, mengingatkan pada pergulatan etika dalam novel lokal kesayangan Anda.

Daya Tarik Tambahan dari Novel Ini


Konsep Dasar Kisah yang Unik

Buku ini langsung menempatkan audiens dalam kondisi pertikaian yang jarang terjadi. Sebuah insiden nahas yang berujung pada penculikan membangun ketegangan sejak halaman awal dan membangkitkan minat besar.

Analisis Kejiwaan yang Mendalam

Berlawanan dengan hanya memaparkan aksi kejahatan, narasi ini menggali lebih jauh keadaan mental tokoh-tokoh utamanya. Pembaca diundang untuk menghayati rasa malu, kegelisahan, serta kebimbangan etika dalam situasi yang sangat genting.

Tokoh Penuh Nuansa Perasaan

Interaksi antara Myeong-jun dan Ro-hee menjadi inti perasaan dalam alur cerita ini. Perkembangan relasi mereka berlangsung secara wajar, menyuntikkan aspek kemanusiaan di tengah latar belakang kejahatan.

Perkembangan Alur yang Terencana

Rangka misteri dikembangkan secara bertahap melalui petunjuk yang saling berkaitan. Setiap pergerakan narasi selalu mengungkap lapisan-lapisan rahasia yang sebelumnya tersembunyi.

Kelemahan Buku 


Adanya Kecenderungan Tidak Adil

Banyak penikmat buku menilai penutup kisah terkesan samar atau bahkan terlalu dilebih-lebihkan. Interaksi antar tokoh kadang mengingatkan pada pola umum yang sering diulas, misalnya seperti dalam film Léon, yang dapat menimbulkan rasa kurang senang bagi sebagian kalangan.

Irama Permulaan yang Kurang Cepat

Pada tahap awal narasi, fokus utama lebih tercurah pada penggambaran sosok pemeran dan latar belakang permasalahan, alhasil puncak ketegangan baru terasa menanjak setelah melewati sejumlah bab.

Banyaknya Pemeran Sampingan

Ragamnya individu yang turut berperan bisa menuntut pembaca agar lebih berusaha keras untuk mengingat peran spesifik dari setiap figur.

Review Novel The Day of Kidnapping – Sinopsis & Ulasan Thriller Korea Menegangkan


Tema dan Makna Cerita

Inti cerita dalam buku berjudul The Day of Kidnapping karya Jeong Hai-yeon berputar pada pengorbanan para ayah-bunda, jalinan relasi tak terduga antar sesama yang tak saling kenal, serta konsekuensi etis dari pilihan yang terpaksa diambil kala terimpit keadaan.

Rela Berkorban Demi Anak
Demi membiayai pengobatan sang putri yang menderita sakit, Kim Myeong-jun terpaksa melakukan aksi penculikan, menyoroti konflik batin antara kewajiban memelihara anak dengan batas-batas norma kesopanan. Alur ini menyentuh nurani para pembaca lewat gambaran mendalam tentang tanggung jawab sebagai orang tua.

Ikatan Jiwa yang Terjalin
Dari interaksi antara sang penculik dengan yang diculik muncul sebuah jalinan saling menguatkan, di mana perbuatan buruk bergeser menjadi suatu upaya perlindungan saat Ro-hee lupa ingatan dan kedua orang tuanya meninggal dunia. Kisah pelarian mereka menggali kedalaman rasa percaya dan perkembangan perasaan di tengah selubung rahasia yang menyelimuti.

Batasan Etika yang Kabur
Kendati mengangkat isu kriminalitas dan tindakan menghilangkan nyawa, novel ini juga menyelipkan unsur kelucuan dan kejutan yang memicu perenungan tentang definisi baik dan buruk, mirip dengan telaah etika dalam karangan sastra yang sering Anda nikmati. Dampak dari serangkaian keputusan yang diambil secara gegabah menjadi poros utama dari kisah menegangkan ini.

Integritas di Tengah Keputusasaan
Narasi ini mengajak para pembaca untuk merenungkan batas tipis antara tindakan yang benar dan yang salah tatkala seseorang terpojok dalam posisi tanpa alternatif lain.

Dinamika Relasi Saat Tertekan
Kisah ini memperlihatkan bagaimana koneksi antarmanusia dapat bertransformasi secara ekstrem di bawah tekanan berat, bahkan yang terjalin antara pelaku penculikan dan sanderanya.

Menguak Tabir Fakta
Misteri seputar penyebab kematian dan jati diri menjadi salah satu pilar utama yang menggerakkan alur cerita seraya menguji cara pandang khalayak pembaca.

Perbandingan Novel vs Drama

Banyak pembaca mengenal cerita ini melalui drama The Kidnapping Day. Berikut perbandingan utamanya:

AspekNovelDrama
Fokus ceritaPsikologis dan naratifEmosional dan visual
Kedalaman karakterLebih detailLebih dramatis
TempoBertahapLebih cepat
Perspektif ceritaLebih introspektifLebih sinematik


Novel memberikan pemahaman lebih mendalam tentang motivasi karakter, sementara drama menekankan dinamika emosional dan ketegangan visual.

Ending cerita The Day of Kidnapping

Perhatian: Bagian berikut memuat ulasan tuntas tentang tamatnya The Day of Kidnapping karya Jeong Hai-yeon, merinci semua jawaban atas teka-teki sentral cerita.

Klimaks novel menyingkap kebenaran bahwa Seo Hye-eun, eks-kekasih Kim Myeong-jun, sejatinya dalang pembunuhan orang tua Choi Ro-hee, didorong oleh rasa iri hati dan keserakahan. Myeong-jun akhirnya ditahan atas tuduhan penculikan dan menjalani masa pidana, namun ia terus memelihara ikatan batin dengan Ro-hee dan putrinya lewat sesi kunjungan rutin di balik jeruji.

Penyelesaian Tokoh Utama

Ro-hee akhirnya memaksa Hye-eun mengaku melalui bukti rekaman kamera pengawas, memastikan keluarga terbalaskan haknya sekaligus memperkuat kemandirian dirinya. Inspektur Park Sang-yoon menutup tuntas penyelidikan dengan menahan semua pihak yang terlibat, termasuk Jaden Cho, meski ada eksekusi tersembunyi terkait program "Anak Jenius".

Garis Akhir Cerita

Penutup yang agak melankolis menyoroti makna penebusan melalui pengorbanan diri, dilengkapi kejutan di penghujung tentang kemunculan sosok yang menyerupai atau merupakan tiruan Ro-hee di Singapura, membuka pintu bagi perdebatan seputar moralitas riset ilmiah. Berbeda dari drama televisi Korea, buku ini lebih memprioritaskan alur investigasi ketimbang unsur humor, menyajikan resolusi bergenre thriller yang memuaskan bagi penggemar studi karakter mendalam.

 Misteri yang belum terungkap di akhir

Peringatan SpoilerBagian berikut memuat ulasan akhir cerita The Day of Kidnapping yang ditulis oleh Jeong Hai-yeon, termasuk teka-teki yang masih tersisa.

Ada beberapa teka-teki yang belum sepenuhnya terpecahkan di penutupan novel ini, meskipun masalah inti (pembunuhan dan penculikan) telah diselesaikan. Twist di akhir mencakup seorang anak yang mirip Choi Ro-hee di Singapura yang terkait dengan proyek "Genius Child", memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan adanya klon atau subjek eksperimen lain yang mampu melarikan diri.

Teka-teki Utama yang Masih Ada
Proyek Genius Child yang dikelola oleh X Capital dan Dr. Mo Eun Sun meninggalkan petunjuk mengenai tindakan eksekusi Jaden Cho oleh Richard Choi, serta penemuan Elena (anak jenius yang mirip Ro-hee) di Singapura, yang menunjukkan keberlanjutan dari rahasia ilmiah yang tak terjangkau oleh penegak hukum. Ini menciptakan cliffhanger yang halus, berbeda dari drama Korea yang lebih ceria namun tetap mengandung ketidakjelasan.

Penyelesaian Lainnya
Kasus pembunuhan Choi Jin Tae oleh Seo Hye-eun terungkap sepenuhnya melalui pengakuan dan rekaman, di mana Myeong-jun menerima hukuman, namun hubungan emosional tetap ada. Unsur ini memperkaya tema moral yang abu-abu tanpa memberikan penutupan yang sempurna, mengajak pembaca untuk melakukan interpretasi, serupa dengan analisis dalam dunia sastra.

Siapa yang Cocok Membaca Novel Ini?


Novel ini direkomendasikan untuk pembaca yang menyukai:

  • Thriller misteri dengan plot kompleks
  • Cerita kriminal berbasis karakter
  • Drama psikologis dengan konflik moral
  • Kisah penuh twist dan ketegangan bertahap

Kesimpulan

Secara keseluruhan, The Day of Kidnapping adalah sebuah karya yang berhasil menyatukan bermacam elemen yang tampak berlawanan: sebuah thriller yang mendebarkan namun tetap menyentuh, kritik sosial yang tajam akan tetapi penuh rasa empati, serta alur yang rumit namun mudah dipahami. Jeong Hai-yeon telah menunjukkan kemampuannya sebagai ahli dalam merajut cerita yang menggoncang perasaan pembaca sembari memberikan kepuasan intelektual melalui penyelesaian misteri yang cermat.

The Day of Kidnapping adalah sebuah thriller Korea yang berhasil mengkombinasikan unsur kriminal dengan drama psikologis dengan sangat baik. Dengan gagasan yang menarik, tokoh-tokoh yang mendalam, dan jalan cerita yang berlapis, buku ini menyajikan pengalaman membaca yang mendebarkan sekaligus menyentuh emosi.

Untuk para penyuka cerita misteri modern, karya ini merupakan pilihan yang pantas untuk dibaca karena tidak hanya menciptakan ketegangan, tetapi juga memberikan pemikiran tentang kemanusiaan.

Bagi para pembaca di Indonesia, novel ini bukan hanya sekadar kegiatan pengisi waktu, melainkan sebuah refleksi untuk mengevaluasi nilai-nilai pengasuhan dan ambisi dalam lingkungan keluarga. Rekomendasi dari berbagai platform literasi menegaskan bahwa buku ini wajib untuk dibaca oleh para penggemar genre thriller psikologis dan drama yang humanis. Kekuatan karakter Myeong-jun dan Ro-hee akan terus diingat oleh pembaca lama setelah halaman terakhir ditutup, mengingatkan kita bahwa di balik kegelapan niat buruk manusia, masih terdapat cahaya kecil dari kebaikan yang tak terduga.


Review Novel The Day of Kidnapping – Sinopsis & Ulasan Thriller Korea Menegangkan




Judul Rating Cerita & Ilustrasi Tebal Berat Format Tanggal Terbit Dimensi ISBN Penerbit
JudulThe Day of Kidnapping Rating5.0 Cerita & IlustrasiJeong Hai-Yeon Tebal352 Halaman Berat0.450 Kg FormatSoft cover Tanggal Terbit23 Juni 2025 Dimensi20 cm x 13.5 cm ISBN9786230071133 PenerbitElex Media Komputindo



Jika kamu menyukai thriller penuh misteri, karakter kompleks, dan plot twist tak terduga, novel ini wajib masuk daftar bacaanmu. Temukan sendiri rahasia di balik kisah penculikan yang tidak biasa ini dan rasakan ketegangannya dari halaman pertama.

👉 Tambahkan ke daftar bacaanmu sekarang!


Kamu tertarik dengan buku ini?
Dapatkan novelnya sekarang dan nikmati pengalaman membaca thriller Korea yang berbeda dari biasanya.


 
Tokopedia
Shopee
Gramedia

Pesan dari

KATALOG BUKU

Buku pilhan lainnya:

Buku Terapi Emosi & Berdamai dengan Luka Batin - Anak Hebat Indonesia
Buku seri Self-Healing favorit.


Bingung ingin baca review buku apalagi? Silakan cari disini.

Kamu juga bisa temukan buku lain nya di Katalog Kami

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Review Buku Lain nya:

marquee image
- Books of The Month -
marquee image
- Berbagai ulasan buku dan novel yang bisa jadi referensi bu a t kamu sebelum membeli nya -
·.★·.·´¯`·.·★ 🅁🄴🄺🄾🄼🄴🄽🄳🄰🅂🄸 🄺🄰🄼🄸★·.·´¯`·.·★.·
Buku Reset Indonesia - Indonesia Tera
Buku Tentang Indonesia Dilihat Dari Sudut Pandang Berbeda

Ebook - Tokopedia

Social Follow

Belajar Part of Speech Bahasa Inggris