Review Buku Stolen Focus: Mengapa Perhatian Kita Mudah Teralihkan karya Johann Hari

Review Buku Stolen Focus: Mengapa Perhatian Kita Mudah Teralihkan karya Johann Hari.

Apakah kamu merasa semakin sulit berkonsentrasi, cepat terdistraksi oleh notifikasi, atau susah fokus membaca buku panjang? Kalau iya, kamu tidak sendirian. Fenomena ini dibedah secara mendalam oleh Johann Hari dalam bukunya yang berjudul Stolen Focus: Mengapa Perhatian Kita Mudah Teralihkan.

Tentang Buku dan Penulis

  • Judul: Stolen Focus: Why You Can’t Pay Attention (diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi Mengapa Perhatian Kita Mudah Teralihkan)
  • Penulis: Johann Hari
  • Tahun Terbit: 2022 (edisi asli bahasa Inggris)
  • Genre: Nonfiksi, Psikologi, Sains Populer

Johann Hari sebelumnya dikenal lewat bukunya Chasing the Scream dan Lost Connections yang juga membahas isu sosial dan kesehatan mental. Dalam Stolen Focus, ia menggabungkan riset ilmiah, wawancara dengan para ahli, serta pengamatan pribadinya untuk menjawab satu pertanyaan besar:

👉 Mengapa di era digital, kita semakin sulit fokus, dan apa dampaknya bagi hidup kita?

******

Pernahkah kamu membuka ponsel hanya untuk mengecek jam, lalu tiba-tiba mendapati dirimu sudah 20 menit scrolling media sosial tanpa sadar? Atau berniat membaca satu bab buku, tapi malah berhenti setiap beberapa menit untuk mengecek notifikasi?

Jika kamu pernah mengalaminya, kamu tidak sendirian. Fenomena ini begitu umum hingga banyak orang menganggapnya “normal”. Padahal, di balik itu ada masalah serius: kemampuan fokus kita semakin terkikis dari waktu ke waktu.

Inilah yang menjadi titik tolak Johann Hari dalam bukunya Stolen Focus: Mengapa Perhatian Kita Mudah Teralihkan. Sebagai penulis sekaligus jurnalis, Hari meneliti persoalan ini secara mendalam—dan hasilnya adalah sebuah karya yang membuka mata tentang bagaimana fokus kita “dicuri” oleh berbagai kekuatan besar di era modern.

Buku ini menjadi salah satu bacaan populer karena berhasil memotret persoalan besar di era digital: mengapa kita semakin sulit menjaga fokus, dan apa dampaknya terhadap hidup kita.

Sinopsis: Perjalanan Mencari Jawaban

Review Buku Stolen Focus: Mengapa Perhatian Kita Mudah Teralihkan karya Johann Hari


Johann Hari memulai perjalanannya dari pengalaman pribadi. Ia merasa semakin sulit membaca buku panjang. Setiap kali berusaha fokus, pikirannya selalu terdistraksi oleh notifikasi ponsel, email, atau rasa ingin mengecek media sosial.

Dari rasa frustrasi itu, ia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berbeda: berhenti menggunakan gawai selama tiga bulan. Namun, bahkan setelah “detox” digital itu, ia menyadari masalahnya tidak hilang begitu saja. Fokus yang hilang bukan hanya soal kebiasaan individu, melainkan sistem yang lebih besar.

Ia pun melakukan perjalanan keliling dunia, bertemu dengan ilmuwan saraf, psikolog, pendidik, ahli teknologi, hingga aktivis sosial. Dari sana, ia menemukan bahwa hilangnya fokus adalah persoalan kolektif yang memengaruhi hampir semua orang.

Pengalaman hidup di awal abad 21 sering kali terasa seperti kemampuan kita untuk berkonsentrasi—untuk memberi perhatian—semakin menurun dan terpecah, seakan-akan masyarakat kita telah "diselimuti oleh rasa gatal dan kita menghabiskan waktu hanya untuk menggaruk". Johann Hari membuka bukunya dengan menyampaikan perasaan ini, yang berasal dari pengalamannya sendiri. Ia merasa terganggu oleh ketergantungan pada perangkatnya serta kurangnya kemampuan untuk fokus seperti sebelumnya. Perasaan ini semakin kuat ketika ia melihat ketergantungan serupa pada anak baptisnya. Pengalaman-pengalaman ini mendorong Hari untuk memulai sebuah perjalanan pribadi, dengan menjauhkan diri dari gadgetnya selama tiga bulan. Di sepanjang waktu tersebut, ia merasakan manfaat nyata jangka pendek, termasuk tidur yang lebih nyenyak dan kemampuan untuk kembali membaca buku tebal dengan lebih cepat.

Perjalanan pribadinya dengan cepat berubah menjadi penyelidikan internasional. Untuk mengetahui alasan di balik "krisis perhatian" yang dialaminya serta banyak orang lain, Hari melakukan perjalanan ke berbagai belahan dunia, mewawancarai lebih dari 200 pakar—dari ilmuwan saraf hingga ilmuwan sosial—untuk merangkum temuannya. Oleh karena itu, buku ini menjadi gabungan unik antara kisah pribadi yang menarik dan penelitian yang mendalam. Hari menyimpulkan bahwa krisis perhatian ini bukanlah masalah individu atau kurangnya kemauan, melainkan isu yang bersifat sistemik akibat dari apa yang ia sebut "budaya patogenik perhatian".

Johann Hari membuka bukunya dengan pengamatan pribadi: ia merasa semakin sulit untuk membaca buku tebal. Dari pengalaman itu, ia melakukan perjalanan penelitian ke berbagai belahan dunia untuk mencari solusi.

Review Buku Stolen Focus: Mengapa Perhatian Kita Mudah Teralihkan karya Johann Hari


Apa hasilnya? Ia menemukan bahwa kurangnya fokus bukan hanya berkaitan dengan disiplin diri atau kontrol diri individu, namun juga merupakan masalah sistemik. Ada berbagai kekuatan—teknologi, media sosial, pola kerja, bahkan sistem pendidikan—yang secara harfiah "mencuri" fokus kita setiap hari.


Hari menggarisbawahi bahwa kehilangan fokus bukan sepenuhnya kesalahan kita, tetapi lebih sebagai akibat dari desain sosial dan teknologi yang memang dirancang untuk mengganggu perhatian.


Ide Pokok dalam Buku Stolen Focus

Beberapa gagasan utama dari buku ini antara lain:


1. Teknologi yang Merusak Fokus

Media sosial, aplikasi, dan smartphone dirancang untuk membuat kita kecanduan. Setiap notifikasi adalah “pancingan” agar kita terus kembali.

2. Budaya Multitasking

Kita sering melakukan beberapa aktivitas bersamaan, meskipun sebenarnya otak manusia tidak dibuat untuk menangani banyak tugas sekaligus. Hal ini membuat kinerja dan fokus kita menurun dengan signifikan.

3. Penurunan Durasi Membaca dan Berpikir Mendalam

Berdasarkan studi yang disampaikan oleh Hari, kebanyakan orang saat ini mengalami kesulitan dalam membaca teks yang panjang tanpa harus sering memeriksa ponsel. Situasi ini berdampak pada kemampuan berpikir kreatif dan kritis mereka.

4. Sistem Sosial yang Mempercepat Distraksi

Bukan hanya teknologi, sistem pendidikan, pekerjaan, bahkan lingkungan kota membuat kita semakin kehilangan ruang untuk fokus dan “deep work”.

5. Solusi Kolektif, Bukan Individual Saja

Buku ini menantang keyakinan bahwa kurangnya fokus hanya berhubungan dengan membantu diri sendiri. Johann Hari menekankan perlunya perubahan sistemik: pengaturan teknologi, metode kerja, dan bahkan kebijakan pemerintah yang mendukung kepentingan publik.

Review Buku Stolen Focus: Mengapa Perhatian Kita Mudah Teralihkan karya Johann Hari


Kekuatan Argumen dan Kekuatan Narasi

Salah satu kontribusi terbesar dari Stolen Focus adalah kemampuannya untuk mengubah pembicaraan tentang perhatian dari kegagalan individu menjadi masalah bersama. Hari mengalihkan penyebabnya dari individu ke kekuatan besar di luar, memberikan perasaan lega dan kekuatan kepada para pembaca untuk melihat masalah ini sebagai tantangan yang dapat diatasi bersama.

Hari juga dikenal karena mampu mensintesiskan penelitian akademis dan wawancara dengan para ahli menjadi cerita yang menarik dan mudah dimengerti. Buku ini diakui sebagai "ditulis dengan sangat baik" dan "penuh dengan kutipan-kutipan yang menarik." Penggunaan kisah-kisah pribadi, seperti detoksifikasi digital yang dilakukannya, membuat topik yang rumit menjadi lebih mudah dicerna dan terhubung dengan pengalaman para pembaca.

Poin-poin Pertentangan dan Pemeriksaan Kritis

1. "Fokus yang Dicuri" dari Akhir Buku: Pergeseran Tema yang Mendadak

Kesimpulan dari buku ini dikritik habis-habisan karena secara tiba-tiba bergeser dari topik yang menjadi perhatian utama menjadi apa yang disebut sebagai “olok-olokan tentang perubahan iklim”. Kritik ini bukan pada topik itu sendiri, melainkan pada perubahan yang diyakini tidak sesuai dengan tema sentral buku ini. Hari, sang penulis, menunjukkan bagaimana orang masih bisa berkonsentrasi pada isu-isu sosial yang sulit dengan mengutip sebuah kampanye yang sukses di Inggris untuk mematikan pembangkit listrik tenaga batu bara. Hal ini bertentangan dengan pendapatnya bahwa kita telah kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi pada isu-isu seperti itu.

2. "Optimisme Kejam" dan Perdebatan tentang Agensi: Analogi yang Cacat

Hari menggunakan istilah “optimisme yang kejam” untuk menolak solusi pribadi seperti mematikan notifikasi, dan membandingkannya dengan saran untuk bermeditasi bagi mereka yang sedang stres. Istilah ini merujuk pada para ahli teknologi yang mendorong pengendalian diri. Beberapa kritikus menganggap analogi ini tidak akurat dan meresahkan karena menyamakan pilihan dasar dengan beban hidup yang berat. Gaya retorika ini memberikan kesan bahwa kita harus memilih antara perubahan sistematis dan optimisme brutal, sehingga menghalangi pembicaraan tentang tindakan pribadi dan kelompok yang mungkin saling melengkapi.

3. Sifat Solusi yang Kurang Memuaskan dan Kurangnya Prioritas

Salah satu kritik terhadap karya ini adalah bahwa buku ini lebih efektif dalam menemukan masalah daripada menawarkan jawaban yang realistis. Solusi yang disarankan Hari-seperti melarang pengawasan kapitalisme dan memperkenalkan empat hari kerja dalam seminggu-dianggap terlalu berani dan menantang, sehingga membuat pembaca merasa tidak berdaya. Selain itu, buku ini tidak mengurutkan “dua belas pencuri” berdasarkan pengaruh atau keterampilan penanganan, sehingga pembaca hanya melihat daftar masalah yang menakutkan tanpa titik awal yang jelas.

Review Buku Stolen Focus: Mengapa Perhatian Kita Mudah Teralihkan karya Johann Hari


 Kredibilitas Penulis dan Implikasinya

Johann Hari memiliki masalah serius dengan plagiarisme, distorsi wawancara, dan penggunaan akun palsu untuk mengedit Wikipedia secara merugikan. Ia kehilangan Penghargaan Orwell dan jabatan di The Independent karena hal ini. Latar belakangnya penting untuk memahami bukunya. Para pengulas menunjukkan bahwa Hari sering tidak akurat dalam hasil penelitiannya, mencerminkan pola perilaku yang sudah ada. Oleh karena itu, buku ini sebaiknya dipandang sebagai narasi menarik dari seorang penulis dengan masalah reputasi, yang menggunakan retorika untuk mendukung ceritanya meskipun mengabaikan kebenaran.

Kelebihan dan Kekurangan Buku

Kelebihan Buku Stolen Focus

  • Relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hampir semua pembaca bisa relate dengan pengalaman sulit fokus.
  • Riset mendalam. Johann Hari menyajikan banyak wawancara dengan pakar, data penelitian, dan kisah nyata.
  • Bahasa yang mudah dipahami. Meski membahas topik serius, gaya penulisannya tetap mengalir.
  • Menggeser perspektif. Buku ini tidak menyalahkan individu sepenuhnya, tapi menunjukkan bahwa masalah fokus adalah persoalan sistemik.

Kekurangan Buku Stolen Focus

  • Beberapa pembaca merasa terlalu menekankan faktor eksternal dan kurang membahas strategi praktis bagi individu.
  • Ada bagian yang terkesan repetitif, meskipun hal ini membantu memperkuat argumen.
  • Kurang memberikan solusi praktis. Beberapa pembaca merasa buku ini lebih banyak menjelaskan masalah daripada menawarkan cara konkrit untuk mengatasinya.

Dampak Buku Ini pada Pembaca

Membaca Stolen Focus sering kali menimbulkan perasaan “oh, jadi bukan salahku sepenuhnya!”. Ini menenangkan, tapi sekaligus mengkhawatirkan. Menenangkan karena kita tahu otak kita tidak “rusak”—hanya sedang diserang distraksi sistemik. Mengkhawatirkan karena solusinya tidak sesederhana sekadar uninstall media sosial.

Buku ini juga mengingatkan bahwa fokus adalah aset berharga. Tanpa fokus, kita kehilangan kemampuan untuk menciptakan, belajar mendalam, dan bahkan membangun hubungan yang sehat.

Siapa yang Cocok Membaca Buku Ini?


Buku ini cocok untuk:

  • Mahasiswa yang kesulitan belajar atau membaca buku panjang.
  • Pekerja kantoran yang selalu kewalahan dengan email dan meeting.
  • Orang tua dan guru yang ingin memahami kenapa anak-anak mudah terdistraksi.
  • Siapa saja yang ingin memahami fenomena besar di balik “krisis fokus” dunia modern.

Kutipan Menarik dari Buku Stolen Focus

(Beberapa kutipan yang bisa memberi gambaran isi buku—tanpa menerjemahkan langsung, tapi diparafrasekan):

  • “Jika perhatian kita dicuri, kita tidak bisa benar-benar bebas memilih hidup yang kita inginkan.”
  • “Masalah fokus bukan soal individu lemah; ini adalah krisis kolektif yang menuntut solusi bersama.”
  • “Fokus adalah dasar dari kebebasan: tanpa itu, kita kehilangan kendali atas hidup kita.”

Kesimpulan

Stolen Focus oleh Johann Hari penting untuk dipahami oleh siapa saja yang ingin tahu mengapa kita mudah kehilangan konsentrasi saat ini. Buku ini menjelaskan pengaruh teknologi, struktur sosial, pendidikan, dan budaya kerja terhadap cara kita berpikir. Meskipun tidak memberikan banyak solusi praktis, buku ini menyadarkan kita bahwa masalah kurangnya fokus bukan hanya soal disiplin, melainkan juga dorongan untuk kembali mengontrol perhatian kita secara pribadi dan kolektif.

Jika Anda merasa waktu berlalu tanpa disadari atau sulit membaca buku panjang, Stolen Focus bisa membantu Anda menyadari penyebabnya. Meskipun ada kelemahan dalam narasi dan akhir yang kontroversial, buku ini tetap relevan dalam diskusi tentang perhatian. Tesis utama bahwa krisis perhatian adalah masalah sosial, bukan individu, adalah penegasan yang kuat. Buku ini mengingatkan kita bahwa perhatian adalah sumber daya berharga, dan kualitas hidup kita sangat bergantung pada kualitas perhatian yang kita miliki.

Review Buku Stolen Focus: Mengapa Perhatian Kita Mudah Teralihkan karya Johann Hari


Judul Rating Cerita & Ilustrasi Tebal Berat Format Tanggal Terbit Dimensi ISBN Penerbit
JudulStolen Focus: Mengapa Perhatian Kita Mudah Teralihkan Rating5.0 Cerita & IlustrasiJohann Hari Tebal403 halaman Berat0.25 kg FormatSoft cover Tanggal Terbit26 November 2023 Dimensi23 cm x 15 cm ISBN9786020673783 PenerbitGramedia Pustaka Utama



Kamu tertarik dengan buku ini?
Dapatkan buku ini di Marketplace maupun di Gramedia.com


Tokopedia
Shopee
Gramedia

Pesan dari

KATALOG BUKU

Buku pilhan lainnya:

Buku Terapi Emosi & Berdamai dengan Luka Batin - Anak Hebat Indonesia
Buku seri Self-Healing favorit.


               Bingung ingin baca review buku apalagi? Silakan cari disini.

                Kamu juga bisa temukan buku lain nya di Katalog Kami

Posting Komentar

0 Komentar

Ebook - Shopee

Review Buku Lain nya:

marquee image
- Books of The Month -
marquee image
- Berbagai ulasan buku dan novel yang bisa jadi referensi bu a t kamu sebelum membeli nya -
·.★·.·´¯`·.·★ 🅁🄴🄺🄾🄼🄴🄽🄳🄰🅂🄸 🄺🄰🄼🄸★·.·´¯`·.·★.·
Buku Terapi Emosi & Berdamai dengan Luka Batin - Anak Hebat Indonesia
Buku seri Self-Healing favorit.

Ebook - Tokopedia

Belajar Part of Speech Bahasa Inggris

Review Buku Lain nya:

Bingung ingin baca review buku apalagi? Silakan cari disini.